Contoh Soal Elastisitas: Panduan Lengkap dan Pembahasan Detail

Oke, siap! Berikut adalah konten artikel yang Anda minta, dioptimalkan untuk SEO, mudah dibaca, dan informatif:
Ingin memahami konsep elastisitas dalam ekonomi? Artikel ini menyediakan kumpulan contoh soal elastisitas lengkap dengan pembahasan mendalam. Pelajari berbagai jenis elastisitas dan cara menghitungnya agar Anda semakin mahir dalam mata pelajaran ekonomi!
Apa Itu Elastisitas?
Elastisitas dalam ekonomi mengukur seberapa responsif suatu variabel terhadap perubahan variabel lainnya. Konsep ini sangat penting dalam memahami bagaimana perubahan harga, pendapatan, atau faktor lainnya dapat memengaruhi permintaan dan penawaran.
Jenis-Jenis Elastisitas
Sebelum masuk ke contoh soal elastisitas, penting untuk memahami jenis-jenisnya:
- Elastisitas Harga Permintaan (Ed): Mengukur seberapa responsif jumlah barang yang diminta terhadap perubahan harga barang itu sendiri.
- Elastisitas Harga Penawaran (Es): Mengukur seberapa responsif jumlah barang yang ditawarkan terhadap perubahan harga barang itu sendiri.
- Elastisitas Pendapatan (Ey): Mengukur seberapa responsif permintaan suatu barang terhadap perubahan pendapatan konsumen.
- Elastisitas Silang (Exy): Mengukur seberapa responsif permintaan suatu barang terhadap perubahan harga barang lain (barang substitusi atau komplementer).
- Hitung % Perubahan Jumlah Diminta:
- Hitung % Perubahan Harga:
- Hitung Elastisitas Harga Permintaan:
- Hitung % Perubahan Jumlah Ditawarkan:
- Hitung % Perubahan Harga:
- Hitung Elastisitas Harga Penawaran:
- Hitung % Perubahan Jumlah Diminta:
- Hitung % Perubahan Pendapatan:
- Hitung Elastisitas Pendapatan:
- Hitung % Perubahan Jumlah Diminta Teh (Barang X):
- Hitung % Perubahan Harga Kopi (Barang Y):
- Hitung Elastisitas Silang:
- Pahami rumus dasar elastisitas.
- Identifikasi jenis elastisitas yang sesuai dengan soal.
- Perhatikan tanda positif atau negatif pada hasil perhitungan untuk menentukan jenis barang atau hubungan antar barang.
- Latihan mengerjakan contoh soal elastisitas secara rutin.
- Apa yang dimaksud dengan permintaan elastis?
- Kapan penawaran dikatakan inelastis?
- Bagaimana cara membedakan barang normal dan barang inferior menggunakan elastisitas pendapatan?
- Mengapa elastisitas penting dalam pengambilan keputusan bisnis?
Contoh Soal Elastisitas dan Pembahasan
Berikut adalah beberapa contoh soal elastisitas yang sering muncul dalam ujian atau latihan, beserta pembahasannya:
Contoh Soal 1: Elastisitas Harga Permintaan
Soal: Harga tiket bioskop naik dari Rp 30.000 menjadi Rp 40.000. Akibatnya, jumlah penonton turun dari 200 orang menjadi 150 orang. Hitunglah elastisitas harga permintaannya dan tentukan jenis permintaannya!
Pembahasan:
Rumus Elastisitas Harga Permintaan:
`
E_d = (% Perubahan Jumlah Diminta) / (% Perubahan Harga)
`
`
% Perubahan Jumlah Diminta = ((Jumlah Baru - Jumlah Lama) / Jumlah Lama) * 100%
% Perubahan Jumlah Diminta = ((150 - 200) / 200) * 100%
% Perubahan Jumlah Diminta = -25%
`
`
% Perubahan Harga = ((Harga Baru - Harga Lama) / Harga Lama) * 100%
% Perubahan Harga = ((40.000 - 30.000) / 30.000) * 100%
% Perubahan Harga = 33.33%
`
`
E_d = (-25%) / (33.33%)
E_d = -0.75
`
Nilai absolut dari Ed adalah 0.75. Karena 0 < 0.75 < 1, maka permintaan tiket bioskop bersifat inelastis. Artinya, perubahan harga tidak terlalu memengaruhi jumlah permintaan.
Contoh Soal 2: Elastisitas Harga Penawaran
Soal: Harga mangga naik dari Rp 10.000 per kg menjadi Rp 12.000 per kg. Akibatnya, jumlah mangga yang ditawarkan meningkat dari 100 kg menjadi 120 kg. Hitunglah elastisitas harga penawarannya dan tentukan jenis penawarannya!
Pembahasan:
Rumus Elastisitas Harga Penawaran:
`
E_s = (% Perubahan Jumlah Ditawarkan) / (% Perubahan Harga)
`
`
% Perubahan Jumlah Ditawarkan = ((Jumlah Baru - Jumlah Lama) / Jumlah Lama) * 100%
% Perubahan Jumlah Ditawarkan = ((120 - 100) / 100) * 100%
% Perubahan Jumlah Ditawarkan = 20%
`
`
% Perubahan Harga = ((Harga Baru - Harga Lama) / Harga Lama) * 100%
% Perubahan Harga = ((12.000 - 10.000) / 10.000) * 100%
% Perubahan Harga = 20%
`
`
E_s = (20%) / (20%)
E_s = 1
`
Karena Es = 1, maka penawaran mangga bersifat elastis uniter. Artinya, perubahan harga sebanding dengan perubahan jumlah penawaran.
Contoh Soal 3: Elastisitas Pendapatan
Soal: Ketika pendapatan seseorang naik dari Rp 5.000.000 menjadi Rp 6.000.000, permintaan terhadap barang X naik dari 10 unit menjadi 12 unit. Hitunglah elastisitas pendapatannya dan tentukan jenis barangnya!
Pembahasan:
Rumus Elastisitas Pendapatan:
`
E_y = (% Perubahan Jumlah Diminta) / (% Perubahan Pendapatan)
`
`
% Perubahan Jumlah Diminta = ((Jumlah Baru - Jumlah Lama) / Jumlah Lama) * 100%
% Perubahan Jumlah Diminta = ((12 - 10) / 10) * 100%
% Perubahan Jumlah Diminta = 20%
`
`
% Perubahan Pendapatan = ((Pendapatan Baru - Pendapatan Lama) / Pendapatan Lama) * 100%
% Perubahan Pendapatan = ((6.000.000 - 5.000.000) / 5.000.000) * 100%
% Perubahan Pendapatan = 20%
`
`
E_y = (20%) / (20%)
E_y = 1
`
Karena Ey > 0, maka barang X adalah barang normal. Karena Ey = 1, maka barang X adalah barang kebutuhan pokok.
Contoh Soal 4: Elastisitas Silang
Soal: Ketika harga kopi naik dari Rp 20.000 menjadi Rp 25.000, permintaan terhadap teh naik dari 50 gelas menjadi 60 gelas. Hitunglah elastisitas silangnya dan tentukan hubungan kedua barang tersebut!
Pembahasan:
Rumus Elastisitas Silang:
`
E_xy = (% Perubahan Jumlah Diminta Barang X) / (% Perubahan Harga Barang Y)
`
`
% Perubahan Jumlah Diminta Teh = ((Jumlah Baru - Jumlah Lama) / Jumlah Lama) * 100%
% Perubahan Jumlah Diminta Teh = ((60 - 50) / 50) * 100%
% Perubahan Jumlah Diminta Teh = 20%
`
`
% Perubahan Harga Kopi = ((Harga Baru - Harga Lama) / Harga Lama) * 100%
% Perubahan Harga Kopi = ((25.000 - 20.000) / 20.000) * 100%
% Perubahan Harga Kopi = 25%
`
`
E_xy = (20%) / (25%)
E_xy = 0.8
`
Karena Exy > 0, maka kopi dan teh adalah barang substitusi. Artinya, kenaikan harga kopi menyebabkan peningkatan permintaan teh.
Tips Memahami Elastisitas
Tanya Jawab (FAQ)
Permintaan elastis terjadi ketika perubahan harga menyebabkan perubahan jumlah yang diminta secara signifikan (nilai absolut Ed > 1).
Penawaran dikatakan inelastis ketika perubahan harga tidak terlalu memengaruhi jumlah yang ditawarkan (nilai Es < 1).
Barang normal memiliki elastisitas pendapatan positif (Ey > 0), sedangkan barang inferior memiliki elastisitas pendapatan negatif (Ey < 0).
Elastisitas membantu bisnis untuk memahami bagaimana perubahan harga, pendapatan, atau faktor lainnya dapat memengaruhi permintaan dan penawaran produk mereka. Hal ini memungkinkan mereka untuk membuat keputusan yang lebih tepat dalam hal penetapan harga, produksi, dan pemasaran.
Kesimpulan
Memahami konsep elastisitas dan berlatih dengan contoh soal elastisitas akan sangat membantu Anda dalam memahami dinamika pasar dan membuat keputusan ekonomi yang lebih baik. Teruslah berlatih dan jangan ragu untuk mencari sumber belajar lainnya!